RAPAT KOORDINASI TIM PENGHAPUSAN BMN PA SITUBONDO
Jumat, 22 Agustus 2025, Tim Penghapusan Barang Milik Negara (BMN) Pengadilan Agama Situbondo melaksanakan rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Perpustakaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota tim yang bertugas dalam pengelolaan dan penghapusan BMN. Rapat ini menjadi bagian penting dalam proses administrasi untuk menjaga akurasi dan transparansi pengelolaan barang inventaris di lingkungan Pengadilan Agama Situbondo. Salah satu agenda utama adalah membahas pelaksanaan opname fisik barang milik negara yang dilakukan secara berkala. Opname ini bertujuan untuk melakukan penghitungan jumlah barang inventarisasi kantor secara langsung.
Dalam rapat tersebut, dibahas pula bagaimana melakukan penilaian terhadap kondisi barang milik negara yang ada di kantor. Penilaian ini meliputi klasifikasi barang dalam kondisi baik, rusak ringan, hingga rusak berat. "Kita perlu memastikan bahwa setiap kondisi barang tercatat dengan akurat agar proses penghapusan dapat berjalan sesuai prosedur," kata Sekretaris, Hillyah Sa'diah, S.H., M.H. Penilaian ini sangat penting karena akan menentukan langkah selanjutnya dalam proses pengelolaan BMN. Barang yang rusak berat akan segera diusulkan untuk penghapusan agar tidak membebani administrasi kantor. Sedangkan barang dalam kondisi baik dapat tetap digunakan atau dipertimbangkan untuk perpindahan fungsi.
Sekretaris Hillyah Sa’diah menjelaskan bahwa setelah penilaian, hasil tersebut akan diinput ke dalam aplikasi Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI). "Perubahan kondisi barang akan segera masuk dalam aplikasi SAKTI, sehingga data kami selalu terupdate dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya. Dengan memanfaatkan aplikasi tersebut, proses administrasi penghapusan BMN menjadi lebih efisien dan transparan. Hal ini juga akan memudahkan pengawasan serta pelaporan ke instansi terkait.
Dalam rapat juga dibahas teknis pelaksanaan opname fisik yang akan dilakukan oleh tim di lapangan. Petugas akan mengecek secara langsung kondisi dan jumlah seluruh barang milik negara yang berada di ruangan-ruangan kantor. Proses ini dirancang agar berjalan dengan detail dan teliti, sehingga tidak ada barang yang terlewatkan. Para anggota tim juga diingatkan untuk mencatat setiap temuan dan mengidentifikasi barang yang layak dihapuskan. Rapat berakhir dengan kesepakatan jadwal pelaksanaan opname yang akan dimulai pada minggu depan.