PA SITUBONDO MENGIKUTI BIMTEK PENYUSUNAN BASELINE TAHUN 2026 PADA E-IPLANS
Sekretaris Pengadilan Agama Situbondo, Hillyah Sa'diah, S.H., M.H., bersama dengan Kasubag PTIP dan Analis Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan, mengikuti bimbingan teknis penyusunan baseline tahun anggaran 2026 pada aplikasi e-IPLANS. Acara ini diselenggarakan oleh Biro Perencanaan dan Organisasi BUA Mahkamah Agung RI secara daring melalui Zoom meeting dan diikuti di Media Center. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan pengelolaan anggaran yang lebih baik untuk tahun depan. Dengan adanya aplikasi e-IPLANS, diharapkan proses perencanaan menjadi lebih terstruktur dan transparan.
Kepala Biro Perencanaan, Bapak Sahwan, dalam pemaparannya menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Baseline TA 2026. Ia menekankan pentingnya pengalokasian belanja barang operasional yang tepat. "Honor satpam, pengemudi, petugas kebersihan, dan pramubakti harus dialokasikan sesuai ketentuan PMK SBM TA 2025," ujarnya. Sahwan juga menjelaskan bahwa alokasi honorarium dapat ditambah paling banyak 25%. "Jumlah volume untuk setiap posisi harus sesuai dengan DIPA TA 2024," lanjutnya. Hal ini bertujuan agar pengeluaran anggaran dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
Dalam sesi diskusi, peserta bimbingan teknis mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi kebijakan baru tersebut. Diskusi ini menunjukkan antusiasme peserta untuk memahami lebih dalam mengenai mekanisme penyusunan anggaran. Selain belanja barang operasional, Sahwan juga membahas tentang belanja modal yang harus disusun berdasarkan skala prioritas. Ia mengingatkan bahwa usulan belanja modal gedung bangunan, tanah, dan kendaraan bermotor tidak harus memiliki persetujuan RKBMN. "Namun, usulan yang telah memiliki persetujuan RKBMN akan menjadi prioritas utama," tegasnya.
Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan barang dan jasa yang diperlukan. "Kami ingin memastikan bahwa semua kebutuhan dapat terpenuhi tanpa kendala administratif," tambahnya. Peserta bimbingan teknis juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam penyusunan anggaran sebelumnya. Ini menjadi momen penting untuk saling belajar dan berbagi solusi. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan kinerja pengadilan dapat semakin baik ke depannya.